Menjadi seorang pioneer dan
namanya terkenal di seluruh dunia tidaklah mudah. Banyak rintangan dan cobaan
yang akan terus menghadang di saat perjalanan menuju langit yang cerah. Vincent
Van Gogh, yah dialah pelukis yang sangat terkenal dan paling mahal di dunia
asal Belanda, namun tidak sedikit orang mengetahui cerita mengharukan dari
seorang pelukis. Cerita yang paling sering di dengar adalah Vincent Van Gogh
meninggal karena bunuh diri dan memotong telinganya sendiri. Tapi tahukan
anda dibalik cerita yang tragis itu Vincent Van Gogh telah menorehkan banyak
cinta dan perjuangan di lukisannya.
![]() |
Lukisan diri Vincent Van Gogh |
Vincent Van Gogh lahir 30 Maret
1853 di Belanda. Awal hidupnya penuh dengan semangat pemuda yang bercita-cita
menjadi seorang pendeta, namun keberuntungan tak memihak Vincent, saat itu dia
gagal dalam ujian beberapa pelajaran. Vincent juga beberapa kali jatuh cinta
kepada gadis, namun cintanya selalu kandas ditengah jalan.
Beruntung Vincent memiliki seorang
adik yang amat menyayangi dia, Theo. Theo terus mendukung kakaknya untuk
melukis dan bahkan membiayainya sekolah di pendidikan seni Academic Royale des
Beaux-Arts, Belgia. Setelah bersekolah, Vincent bertekad menjadi pelukis yang professional.
Pada 1881, lukisan Vincent yang
awalnya berobjek sederhana seperti pedesaan atau figure buruh, banyak diprotes
oleh pelukis-pelukis professional abad itu. Mereka memprotes bahwa lukisan
Vincent suram dan gelap karena era waktu itu sangat trend lukisan dengan
warna-warna yang cerah. Vincent sangat terpukul saat itu. Namun dia berjuang
untuk bangkit lagi.
Kemudian Vincent pergi ke Paris
untuk meredahkan kekecewaannya terhadap penolakan karya-karyanya. Beruntung Vincent
bertemu dengan seniman terkenal Paul Gauguin dan mereka pun menjadi teman dekat
yang mempunyai mimpi yang sama. Vincent pun lebih banyak belajar melukis gaya
impresionisme dan neo-impresionisme yang warna-warnanya lebi cerah dan gaya
yang mudah dikenali.
Namun sayangnya Vincent memiliki
beberapa penyakit mental yang parah, salah satunya adalah epilepsy dan delusi. Penyakit
tersebut mengakibatkan Vincent kalut dan hampir saja membunuh Paul Gauguin. Akhirnya
temannya itu pergi meninggalkan Vincent seorang diri. Dalam kesendiriannya yang
pedih Vincent sangat tak kuasa menahan cobaan itu semua, akhirnya dia memotong
telinganya sendiri.
Pada tahun 1888, Vincent lalu
mendaftarkan diri ke rumah sakit Jiwa Saint Paul-de-Mausole, disana dia lebih
tenang untuk melukis semau tanpa ada gangguan dari luar. Karya-karyanya
mencapai 1900 lukisan namun sayangnya yang bisa dijual Vincent hanya 1. Tidak ada
yang mengapresiasi lukisan Vincent hingga dia pun menyadari hidupnya penuh
dengan kesia-siaan. Akhirnya pada tanggal 29 Juli 1980 Vincent mengakhiri
hidupnya dengan menembak diri di dadanya.
Tak lama setelah Vincent
meninggal, istri dari Theo, adiknya memutuskan untuk mempublikasi
lukisan-lukisannya. tak disangka lukisannya pun seketika mendadak terkenal dan
sangat dicari oleh kolektor-kolektor. Bahkan lukisan Vincent dianggap gaya
aliran baru yaitu Post-impresionisme. Berikut ini adalah lukisan Vincent yang
terkenal:
![]() |
gambar 2 Sun Flowers - 1888
|
![]() |
gambar 3 Starry Night – 1889 |
![]() |
gambar 4 The Potato Eaters -1885 |
Seorang Pioneer seperti Vincent
adalah asset Negara karena menjadikan Negara Belanda terkenal akan seni
lukisnya. namun hidupnya harus berakhir karena keputus asaan dia sendiri. Menjadi
Pioneer selain harus mempunyai semangat yang tinggi, juga harus memiliki mental
yang siap menghadapi kegagalan.
source:
http://en.wikipedia.org/wiki/Vincent_van_Gogh
No comments:
Post a Comment